Ovina Pattari's Blog

the world just too amazing, all we need is being the witness

Sunday, July 2, 2017

ANTI-MAINSTREAM Bandung Trip 2017

1 comment
source : ngulon.com

Suddenly I got mood to write a post about my short escape to Bandung, which located about 3 hours from Jakarta (If there's no traffic jam) :p

I just felt stress those day and made me want to escape from this hecticness and pressure from my daily routine. At the first I wanted to visit Belitung, but due the 'self-saving-money-project', I decided to visit Bandung.

Bandung is close enough for short escape and has beautiful landscape, fresh air, natural beauty etc, makes me often to visit Bandung for short escape. So, on 26 May 2017 I went to Bandung by car. The itinerary was to not strict to the schedule, let it flow, visit the antimainstream and never visit before attractions. The main thing was enjoy the trip.

Since I decided to divide my story into several part, so here is this ...

Sunday, March 12, 2017

Ternyata Margarine dan Butter itu Berbeda!

No comments
image source : AsapSCIENCE

Hari ini, Minggu 12 Maret 2017, satu hari setelah peristiwa SUPERSEMAR #gaadahubungannyasebenernya #haha gua mendapatkan mood buat buat eggtart sebagai perjanjian dengan Rogers :D

Resepnya udah gua cari sejak jaman bahala kala, tapi mood gua baru muncul sekarang, berhubung Rogers lagi mampir ke rumah, kami langsung pergi ke supermarket deket rumah buat belanja bahan-bahan. Berikut resep yang gua dapet dari youtube (https://m.youtube.com/watch?v=El0QqbL4CW4) :

DOUGH:
*Butter dough:
- 1 cup all-purpose flour
- 1 3/4 stick (which also equals 3/4 cup + 2 Tbsp) cold, unsalted butter
*Water dough:
- 1 cup all-purpose flour
- 2 egg yolks (save the egg whites for the filling!)
- 1/4 cup cold water
FILLING:
*Simple syrup:
- 1/3 cup sugar
- 1/2 cup water
*Egg custard:
- 3 large eggs + reserved egg whites from earlier
- 1 cup milk -
 1 tsp vanilla extract
OTHER INFORMATION:
*Puff pastry method: 3x4x4
*Oven temperature: 400°F for approx. 25-30 min (time will vary--cook until crust is light golden brown!)
*This recipe yields approx. 12-14 tarts
*Store the egg tarts in the refrigerator & best to eat while HOT! re-heat at 400°F for 5-7 minutes!
*Tart mold and cookie cutter is 3" diameter
*Individual tart molds were purchased at Bed Bath & Beyond for 0.79 each!

Nah, karena sepengetahuan gua butter di Indonesia itu mahal dan gua berpikir bahwa margarine dan butter itu sama aja, akhirnya gua memutuskan untuk pake margarine saja.

Pulang ke rumah, gua ikutin resepnya. Saat buat Butter Dough, gua masukin margarin dengan takaran 3/4 cup + 2 tbs ke dalam tepung terigu. Hasilnya lembek banget, gua pikir mungkin begitu hasilnya. Sesuai petunjuk berikutnya, gua masukin adonan tersebut ke kulkas selama 15 menit.

Berikutnya, gua buat Water Doughnya dan hasilnya sukses menurut gua. Gua pun ambil Butter Dough dari kulkas dan menggabungkan dengan Water Dough.

Butter Doughnya itu sebenernya lembek banget tapi gua tetep gabungin dengan "Water Dough"nya, karena gua positive thinking kalo hasilnya bakal oke.

Tapi ternyata adonan margarinnya menghancurkan Water Dough dan gua pun nambahin tepung terigu agar ga lengket.

Setelah setelah mengikuti semua proses dan gua panggang,

Hasilnya ...
Filling eggtart sih bisa dibilang perfect menurut gua,
tapi, puffnya bantet, ga ngembang seperti yang gua bayangkan 😭😭😭
Keciwi eke keciwi

Gua udah mengikuti semua prosedur dengan baik dan benar, gua pun berpikir, apa yang salah. Setelah berpikir,

TERNYATA KESALAHAN GUA ADALAH KARENA GUA PAKE MARGARIN BUKAN BUTTER 😭😭😭😭😭
Butter itu ga pake garem, sedangkan margarin itu pake garem dan lebih berminyak 😭😭😭😭

Untuk pastry, hasilnya bisa beda jauh.
Gua yang selama ini lebih sering masak makanan hot kitchen dari pada pastry (seinget gua eggtart ini adalah pastry pertama gua) yang masakannya bisa pake margarine buat gantiin butter. Untuk hukum pastry seperti ya tidak bisa dan itu mutlak.

Kalopun mau pake margarine, komposisinya pasti beda 😢

Baking ...


Sepulangnya adik gua, gua menceritakan kalo eggtart gua gagal karena gua pake margarin bukan butter. Adik gua pun bilang :
Ovita : "Kenapa lu ga beli blu*b*nd yang butter?"
Ovina : "Emang ada?"
Ovita : "Ada tau di ind*m*ret"

#jeger

Ternyata adik gua kalo buat kue atau pastry lainya, diapake blu*b*nd cake and cookies (yang tadi gua bilang blu*b*and butter). Fyi, ade gua lebih sering buat kue/pastry unyu-unyu gitu dibandingin gua yang lebih sering masak masakan dapur. #curhay #membeladiri

Jadi kesimpulnya, jangan sok ide alias sok tau main ganti-ganti bahan seenaknya.
You must invest more to get best result as you wanted. #lessonlearned

MORAL OF THE STORY : BUTTER DAN MARGARINE ITU BERBEDA! 😭😭😭

Sekian dan terimakasih 😂🙏🏻

Friday, March 10, 2017

THROW BACK : I GOT THE NOMINATION FOR THE BEST ESSAY IN THE CLASS !!! (And it was my first time) !

No comments
Image result for award nomination
image source : http://www.investmentnews.com

I just got back from my previous blog http://exuberanto.blogspot.com, and read this old post. 
It was my post about the happiness that I felt when I was one of the nomination for best essay task and i found myself in tears! 

I just remembered how sad it was to found out that I had not read well and I got yelled by one of my classmates for my inaccurate to read Chinese characters (Hanzi) but it also the happiest moment to find out who were support me in bad times (thanks to my friends!). 

Now that was the sweet memory in my university life when I found I've graduated from Chinese Language and Culture major and I got my Bachelor Degree :D 

So here's my old post! Enjoy B-)


YEAAAAHH!! HAHA
FINALLY AFTER A LONG TIME, I GOT THE NOMINATIONS FOR THE BEST ESSAY IN MY WRITING CLASS!!! MUAHAHA

actually I already attended the Chinese Writing Class since my second year and for my third year I got the nominations for the best essay in my class!! FINALLY MUAHAHA :D *evil laugh*
There are 5 persons who got the chance to read the essay in front of the class as the best essay : Deborah (吴梦琳), Efah (郭玫姿), Me (张丽苹), Verawati (陈素妮), Sisca (黄柔嘉)

I was the third :p   so, here's the essay that I made :D

张丽苹
狗是一种驯养繁殖的哺乳动物,狼是狗的祖先,来自东亚。松狮犬、沙皮犬、秋田犬、柴犬、Basenji犬是世界上最老的犬种。有个理论说狗起源于亚洲,可能是对的,因为14种古老犬种,大部分是起源于中国和日本。
科学家说狗继承狼的猎取能力,但是狗比狼比较沟通像人们一样。狗会被受训,跟我们一起玩儿、住在一起,也会跟人们和别的狗沟通。有许多电影、故事、书可以证明狗的忠实和忠心,比如《Hachiko (日本)、《Hearty Paws(韩国) 10 Promises to My Dog》(日本)等等。
大多数狗还有狼的物理特性,比如锋利的牙齿,坚强的牙关。它们有那样的牙齿和牙关都为了攻击、咬和撕裂食物。狗也有强壮的肌肉、团结的踝骨、心血管系统,这些可以支持狗身体的耐力和运行速度,以及捕捉和撕裂猎物。
狗能听到低频的声音从16赫兹至70 KHz(人们只能听到20赫兹至20 Khz的频率),但是狗没有猫听力好。狗确定声源的能力比人类更快,并且可以听到四倍更远的声音。狗的嗅觉能力比人类更好。狗有220亿个对气味敏感的嗅觉细胞,而人们只有5亿个嗅觉细胞。
现世界上大概有85多个犬种,分成4组:第一组是非洲和亚洲的狗,比如: 阿富汗猎犬、秋田犬、阿拉斯加雪橇犬、西施犬、西伯利亚雪橇犬等等;第二组是獒的犬形,比如:伯恩山犬、斗牛犬、罗威犬等等;第三组是牧羊犬,比如:德国牧羊犬、圣伯纳犬、威尔士柯基犬等等;第四组是现代狩猎的犬型,比如:博美犬、金毛寻回犬、腊肠犬等等。
狗仗人势,如果我们用心地驯养它们,它们就会成为友好的狗。可是如果我们驯养的方式不当或者不正确,那么它们就会成 为不友好的獒犬。狗是真正友谊的标志,是真正忠实的朋友,连人们也不会有那么像狗一样忠实的爱。
(2014年9月4日)


The Comments :


Translation 
1. The Lecture's Comment (the red ink) :  
"The essay is using the Compare Description,Category Description, Numeral Description Methods.The essay was written in detail about dog's characteristic, features, the breeds, etc. Very great! I hope the essay for the next time could have more words."

2. From me (the grey ink):
"The lecture told me that my essay was great, using three methods for the description essay. I asked to read the essay in front of my classmates, but I read it so badly :(

3. From Efah and Sisca (the grey ink):
"Semangat Obi!"
”Obi Fighting!/Cheer Up Obi!" 

After I finish read the essay in front of the class, I heard Vonny was Cheer Up Me too! She said : "张丽苹加油!" (Fighting!)

wuaaaahhh, I will cheer up and practice more! 
thank you for your encourage!
God Bless You all :D



Wednesday, March 8, 2017

Ketika Otot Dipakai daripada Otak

2 comments
Image source : www.fanpop.com

Ketika otot yang dipakai dari pada otak, hari ini Rabu, 8 Maret 2017, para supir angkot Tangerang dengan anarkis 'menertibkan' para ojek online, tidak peduli warna atribut yang mereka pakai.

Saya hari ini menjadi korban keganasan mereka. Saya memesan uber motor dari Modernland untuk pulang ke rumah. Driver uber saya datang memakai jaket yang dibalik dan helm lain, sedangkan saya tetap memakai helm uber.

Sampai di depan Tangcity jalanan macet. Rupa-rupanya ada sweeping ala-ala supir angkot. Kami memilih untuk tetap berjalan melewati mereka karena memang tidak ada jalan kembali.

Dari kejauhan, saya melihat mereka menunjuk-nunjuk sambil berjalan setengah berlari menuju motor kami motor kami seakan-akan adalah seorang pendosa yang harus dihukum mati.

Seorang dari mereka menghampiri dan menyuruh kami berhenti. Saya pun menyuruh driver uber saya untuk tetap berjalan. Driver saya sambil berkata maaf maaf permisi namun tak digubris olehnya. Kami memilih untuk tidak melawan.

Mereka tiba-tiba berlari mengejar kami dari samping, driver uber pun memacu motornya sekencang-kencangnya. Tak disangka, seorang di antara mereka menyabet kami dengan jaket jeans dan mengenai lutut kanan saya serta tangan driver saya.

Sontak emosi saya naik dan saya berteriak an*i** dan b****** kepada orang yang memukul saya. Secara ajaib mereka berhenti mengejar kami dan saya mendapati bahwa motor kami berlari dengan kencang.

Beruntung kami berdua tidak jatuh. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalo kami berdua jatuh. Apakah kami berdua akan dipukuli sampai terkapar tak berdaya di jalan? Apakah mereka akan bertanggung jawab jika semua hal tersebut terjadi?

Tentu saja tidak, mereka tidak akan mungkin bertanggung jawab.

Tapi, semua karena kuasa Tuhan yang melindungi kami sehingga kami selamat dari insiden tersebut.

Kami akhirnya kembali ke pangkalan ojek online di Modernland dan saya memesan uber mobil. Bersama-sama dengan driver uber lain mereka memastikan saya naik ke dalam mobil yang aman.

Apa dengan cara 'sweeping', berdemo dan bertindak anarkis seperti ini akan menarik simpati masyarakat untuk kembali menggunakan angkot?

Saya pribadi sih akan berpikir beberapa kali untuk naik angkot lagi.

Moral of the story : Ibarat berladang di tanah tandus yang kurang atau bahkan tidak bisa menghasilkan, maka pindahlah ke tanah lain yang lebih bisa menghasilkan.

Jangan pakai otot tapi pake otak biar bisa berjuang buat hidup.

Terimakasih Tuhan atas penyertaan-Mu. Amin🙏

*saya langsung tidak enak hati dan meminta maaf kepada driver uber saya setelah saya meneriakan kata-kata tersebut. Untung beliau memaklumi. #kepancingemosi #orangsayagasalahtapidigebukin #kesel #haha

Tuesday, August 9, 2016

Longrich Natural Essence Bamboo Charcoal Whitening Soap Review

1 comment


Kali ini aku mau memperkenalkan produk bagus buat kita semua, yaitu salah satu produk best seller dari merek Longrich (隆力奇 longliqi), sebuah perusahaan kosmetik terkemuka asal Tiongkok yang juga memproduksi berbagai macam produk pembersih rumah tangga, produk perawatan dan kesehatan pribadi, seperti sabun, shampoo, pasta gigi, penyegar mulut, kopi dan teh kesehatan, sepatu kesehatan, pembersih serbaguna, pembalut serta termos minum yang bisa merubah air menjadi air alkali. 

Perusahaan Longrich sendiri sudah berdiri sejak 28 tahun yang lalu dan produk-produknya sudah tersebar di 183 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan oleh Longrich berasal dari bahan-bahan alami yang pastinya aman bagi konsumennya. 

Nah, produk yang aku bahas kali ini adalah Sabun Arang Longrich yang nama kerennya itu Natural Essence Bamboo Charcoal Whitening Soap


 



Sabun ini terbuat dari serbuk arang bambu dengan ekstrak coconut oil dengan daya serap sempurna, cocok banget untuk menghilangkan jerawat dan komedo, mempertahankan kelembaban dan kelembutan kulit secara optimal. Tak hanya bisa dipakai di wajah saja, tetapi juga bisa dipake di seluruh tubuh, terlebih bagi yang punya masalah kulit. Sabun arang bambu ini juga membantu mengobati kulit terbakar akibat terpapar sinar matahari, meredakan gatal-gatal dan kulit kemerahan.

Berikut penjabaran manfaat dari Longrich Natural Essence Bamboo Charcoal Whitening Soap :
- Menyerap "racun berbahaya" pada kulit Anda
- Sebagai “Exfoliant” Alami membuang sel-sel kulit mati
- Efektif melawan jerawat
- Mencegah kantong mata kendur
- Menghilangkan alergi kulit
- Antibakteri , Anti-Virus, Anti-Jamur dan Anti-Mikroba.
- Zat aktif arang bambu kalsium, kalium, magnesium
berfungsi menciptakan “RELEXSASI” pada tubuh.

Bamboo Charcoal Whitening Soap ini juga bisa dipakai sebagai pengharum mobil dan pengharum ruangan. 

Dengan Rp 144.000,- kita bisa mendapatkan 3 pcs Longrich Natural Essence Bamboo Charcoal Whitening Soap atau Rp 47.999 untuk 1 pcs.

Untuk pemesanan bisa melalui WEBSITE atau TOKOPEDIA (PAKET) atau TOKOPEDIA (SATUAN)

Terimakasih :D 
Salam, 
Ovina Pattari P. 

Tuesday, July 26, 2016

My Daily Make Up Routine

13 comments


Ceileh judulnyaa
Ovina jadi beauty blogger nih ceritanye? 
haha 

Sebenernya saya ini adalah seorang penulis blog tidak memiliki patokan tema dalam menulis.
Ya namanya blog sendiri, mau nulis apapun juga boleh haha :p
Intinya saya ingin berbagi :D

Oke lanjut, jadi ceritanya gua ini mendadak dapet inspirasi buat nulis postingan ini gara-gara ada komentar dari Sis Rifa di postingan gua yang berjudul Cara Mendapatkan Wajah Bersih Bebas Jerawat Sederhana dan Ga Pake Mahal! hehe :p Terimakasih Sis Rifa :3

So, this is it, My Daily Make Up Routine

1. Cuci Muka


Sebelum kita bersolek #ceilehbersolek haha kita harus cuci muka dulu, biar muka bersih bersinar *** (iklan sabun cuci piring) #apadah haha. Kalo gua pake sabun cuci muka Hada Labo Shirojyun yang berwarna biru agak tua. Sabun cuci muka gua yang ini sih favorit banget ya, bahkan gua berhasil meracuni teman-teman gua buat pake ini *tapi belum dapet komisi dari Hada Labo :(* haha 

Sabun cuci muka Hada Labo Shirojyun ini sangat memenuhi syarat yang gua berikan sehingga bisa dipergunakan menjadi sabun cuci muka gua, yakni engga punya scrub, bebas alkohol, oil free, kagak ada embel-embel apapun, ga ada kandungan tambahan yang ga diperlukan bagi kulit dan yang paling penting, produk ini engga bikin efek keset di muka (bikin kering) sehabis cuci muka karena dia ada kandungan buat melembabkan wajah. Favorit deh pokoknya! 

Gua pake ini sejak pertobatan gua (baca di sini Cara Mendapatkan Wajah Bersih Bebas Jerawat Sederhana dan Ga Pake Mahal!) kurang lebih sekitar 3 tahun yang lalu. 

Kadang-kadang gua pake juga sabun cuci muka Hada Labo Tamagohada yang warnanya hijau telur asin. Sabun cuci muka ini gua pake sekali-sekali buat peeling. Meskipun sabun cuci muka ini buat peeling, tapi produk ini sama sekali ga punya scrub! Abis cuci muka ini muka berasa keset tapi ga kering, tetep lembab gitu. Sabun cuci muka Hada Labo Tamagohada hadir dalam 2 jenis : Face Wash dan seri lainnya yaitu Make Up Remover + Face Wash. Kalo gua pake yang jenis Face Wash aja hehe :p 

2. Skin Care
Hada Labo Shirojyun Lotion + Milk

Abis cuci muka, saya lanjut pake Lotion + Milk Hada Labo Whitening Series alias Hada Labo Shirojyun. Sebelumnya gua ceritain dulu tentang Merek Hada Labo ini. 

Kadang-kadang gua merasa sedih, Kualitas produk-produk Hada Labo sering dipandang sebelah mata karena harganya yang masih cukup terjangkau dibanding produk-produk skincare merek lain yang harganya lebih mahal. 

Hada Labo itu salah satu merek terkenal dan laris di Jepang, di Jepang sendiri harganya sekitar Rp 200.000,- an kalo ga salah. Sebenernya, waktu pertama kali Hada Labo masuk ke Indonesia, harga bisa sampe Rp 200.000,- per produk karena diimpor langsung dari Jepang. Gua liat sendiri harga Hada Labo di Singapore itu SGD 22.9 untuk satu produk. 

Tapi kok di Indonesia harganya bisa jauh lebih murah? Harga sabun cuci mukanya aja sekitar Rp 29.000,- (100g), Lotionnya sekitar Rp 45.000,- (100 ml), Milknya sekitar Rp 60.000,-.

Itu semua karena Hada Labo itu buka pabrik di Indonesia dan harganya disesuain sama harga pasaran di Indonesia, makanya harga produk-produk Hada Labo lebih terjangkau hihi. Walaupun dibuat di Indonesia, tapi mereka menjamin bahwa bahan-bahan yang digunakan itu sama dengan buatan Jepang. :p 

Gua pake rangkaian skin care ini udah 3 tahun dan sampai saat ini ga ada masalah apa-apa. Malahan Hada Labo ini adalah salah satu tokoh yang menyukseskan program bebas jerawat gua (kisah lengkap bisa baca di sini >>> Cara Mendapatkan Wajah Bersih Bebas Jerawat Sederhana dan Ga Pake Mahal!)

Hada Labo ini mengandung Arbutin buat memudarkan flek hitam dan mencerahkan, Vitamin C buat bantuin warna kulit supaya lebih merata dan memperbaiki kulit kusam karena sinar UV, dan mengandung Hyaluronic Acid untuk menambah kelembaban secara intensif, jadi kulit kita bakal tetep elastis gitu, kenyek-kenyel unyu gitu haha. 

Fyi muka gua itu sensitifnya luar biasa, sensitif banget, gampang jerawatan, jadi ga bisa sembarangan pake produk-produk buat muka, harus pake yang bebas alkohol dan oil free :D

Gua sih pengennya ga mau ganti-ganti produk lagi, takut breakout dan ga cocok, cuma gua ngerasa kalo pake produk yang sama secara terus-menerus bisa bikin muka jadi resisten/kebal sama khasiat produk tersebut, apa lagi kan gua udah pake produk ini selama 3 tahun ya, ga pernah pake produk yang lain. Jadi pengen ganti produk skincare hehe :p  karena katanya yang bagus itu per satu tahun harus ganti produk, tapi gua sih kurang setuju ya sama pernyataan ini. 

Kalo misalnya per tahun ganti produk, atuh susah ya, susah nyari produk yang cocok sama muka kita dan mesti menyesuaikan dll. Lama-lama abis juga produk skincare yang bisa dipake sama kita karena per tahun harus ganti atau mungkin saja itu strategi marketing biar kita ganti produk lain haha. 

3. Sunblock
Abis pake skin care yang melembabkan, gua pake sunblock. 
Jakarta keras bung, dunia ini keras. Dimana-mana ada sinar matahari yang mengandung sinar UV yang bisa bikin flek hitam dan aneka bahaya lainnya. Buat mencegah semua itu, kita harus pake sunblock. 

Sunblock pertama yang gua pake itu merek Parasol yang gua beli di apotek.
Pertama kali gua beli parasol yang warna ungu, harganya kalo ga salah Rp 23.000,- deh. Pembelian berikutnya gua beli yang warna orange hargnya Rp 65.000,-. Terakhir gua beli yang orange harganya udah Rp 85.000,- bok! 

Pusing eke makin lama makin mahal, malah susah lagi dicari, sekalinya dapet harganya mahal. Emang sih sepanjang gua pake sunblock ini muka gua berasa ringan, ga ada breakout, ga muncul jerawat dll, tapi karena gua merasa sunblock ini cepet bikin muka gua berminyak dan harganya makin mahal, jadilah gua berhenti beli produk ini :( dan gua ganti ke Skin Aqua buatan Rotho, satu grup sama Hada Labo haha.

Karena gua udah cinta sama Hada Labo dan gua percaya kandungan yang di produksi sama grup mereka itu ringan-ringan ditambah review dari blogger-blogger, akhirnya gua pake sunblock Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50, yang harganya sangaaat terjangkau dibandingkan produk-produk sunblock wajah yang bagus lainnya. 


So far so good ya, ga ada masalah di kulit gua pas gua pake ini. Cepet banget ngeresap ke kulit dan ga bikin muka gua jadi pabrik minyak haha. Adik gua dan mama gua juga suka pake sunblock ini hihi. Gua beli sunlock ini seharga Rp 35.000,- karena lagi diskon haha. Harga aslinya sekitar Rp 48.000,-.

4. BB Cream

Kalo buat BB Cream gua pake The Body Shop Tea Tree Flawless BB Cream #01. Gua udah beli 3 kali. 1 botol itu bisa dipake buat satu tahun. BB Cream ini ringaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan banget! ga berasa kayak pake topeng, coveragenya cukup bagus, ga bikin jerawatan, punya kandungan tea tree yang bisa bantu menenangkan jerawat yang mau ngamuk haha. Cuma karena sangking ringannya, kena lap dikit langsung ilang, kena keringet langsung ilang. Ya namanya BB Cream kan lebih ringan dari pada foundation, makanya lebih gampang ilang hehe 

BB Cream ini juga ga ada SPF nya, makanya gua pake sunblock. Tapi, walaupun BB Cream lain udah ada SPF nya, kita tetep harus pake sunblock (asli) soalnya SPF dari BB Cream itu ga murni seperti yang ditulis kalo ga salah. Ya begitulah pokoknya haha. 

Tapi selama gua pake ini buat menerjang kerasnya Jakarta ya, yang udah kena keringet, debu dan segala macenya, muka gua masih oke-oke aja, masih flawless gitu :3 

Oh iya, BB Cream ini ga bikin muka jadi item, karena dia ga teroksidasi, makanya bagus :D
Harga BB Cream ini : Rp 179.900,-.

5. Bedak
Gua baru belakangan ini aja pake bedak, soalnya gua ngerasa kalo ga pake bedak, muka gua jadi lebih cepet berminyak dan bikin BB Cream gua lebih cepat menghilang diterpa minyak, keringat dan debu. Sebelumnya gua ga pernah pake bedak sama sekali. 

Bedak yang pertama kali gua beli itu bedak Marck's warna cream. gua beli karena bedak ini ringan, direkomendasi sama para blogger dan dokter kulit, kandungannya ringan, harganya terjangkau serta udah melegenda dari jaman bahala kala. Alasan lain adalah bedak ini adalah bedak tabur. Gua ga bisa pake bedak padat, karena muka gua kombinasi, bisa minyakan. Kalo pake bedak padat muka gua jadinya berminyak, Muka berminyak = jerawatan.


Awalnya sih gua ngerasa oke-oke aja pake bedak ini, sampe akhirnya Rogers bilang kalo gua bau obat dan muka gua terlalu putih (BB Cream gua aja udah putih, pake bedak ini muka gua makin putih!). Cowok gua aja bisa peka coy, gimana dengan orang lain??? Bau bedak ini sih emang kenceng banget ye, kalo gua sendiri sih bilang bedak ini wangi emak-emak haha. 

Jadilah gua ganti bedak Marck's Venus Loose Powder #01 yang warnanya invisible setelah baca review dari blogger-blogger lain. 


Gua pake kuas buat diaplikasiin ke muka gua. Gua ga pake spons bawaan dari bedaknya untuk menjaga kehigienisan bedak itu sendiri. Selama pake bedak ini muka gua baik-baik saja. Rogers ga komentar lagi kalo gua bau obat dan muka gua terlalu putih (kadang-kadang tetep komentar sih kalo misalnya gua pake BB Creamnya/bedaknya terlalu tebel haha). 
Harga Marck's Venus Loose Powder #01 : Rp 40.000,-.

6. Pensil Alis
Selanjutnya gua pake pensil alis. 
Sebenernya alis gua itu tebel, banyak bulunya, cuma karena warnanya abu-abu jadinya ga keliatan gitu, makanya alis gua jadi ga kelihatan :( #membeladiri haha 

Gua pake pensil alis apa aja yang penting sih yang warna dark brown, enak dipake dan ada kuasnya. 


Pensil alis pertama gua itu Etude House Drawing Eye Brow, gua beli di olshop harganya sekitar Rp 35.000,-. Gua udah berkali-kali repurchase. Ujungnya runcing jadi gampang dipakenya, selain itu ada kuasnya buat blending juga, jadinya nyaman dipake. Tapi, karena gua ngerasa pensil alis ini cepet abis (isinya dikit) dan males buat beli-beli lagi ke olshop, jadinya gua ganti pensil alis The Face Shop Style My Eyebrow gara-gara adek gua yang beli. 


Pensil alis The Face Shop Style My Eyebrow ini isinya panjang, kayak pensil tulis gitu, warnanya juga pigmented banget, sekali gores langsung coklat tua, sayangnya ga ada kuas blendingnya dalam satu paket yang bikin gua ribet karena harus bawa pensil alis & kuas bawaan dari Etude House Drawing Eye Brow. Pertama kali beli Adek gua bilang harganya Rp 60.000,-, terakhir gua beli sih harganya Rp 80.000,- di counter The Face Shop, lumayan juga ya harganya haha. 


Setelah 3 kali purchase akhirnya gua ganti lagi jadi Etude House Easy Brow Pencil yang gua beli di olshop dengan harga Rp 33.000,-. Pensil alisnya oke, warnanya keluar coklat tua dan ada tutup dari besi gitu, jadi ga takut pensil alisnya bakal patah, cuma pas gua blending pake kuas bawaannya, warnanya jadi memudar gitu, lebih terang. Mungkin karena kesedot kali sama kuasnya ya #emangnyavacuumcleaner haha. 


Setelah dibilangin sama Messy, adeknya Rogers yang bilang kalo warna pensil alis gua kurang tebel dan ditambah gua kurang suka sama bentuk kuasnya yang kayak sikat gigi, akhirnya gua ganti pensil alis lagi. Gua ganti jadi Face Recipe Duo Brow Pencil With Brush Medium Brown yang gua beli di COPIA seharga Rp 80.000,- bersama Messy. Pas beli, gua juga baru denger merek itu, kata Mbaknya itu merek dari Jepang. 

Pensil alis ini adalah perpaduan dari pensil alisnya The Face Shop Style My Eyebrow + kuasnya Etude House Drawing Eye Brow. Pensil alis Face Recipe ini pigmented banget, gampang diaplikasiin dan kuasnya itu lembut jadinya nyaman dipake. Pensil alis Face Recipe tersedia dalam 6 warna : hitam, gray dan 4 jenis warna cokelat lainnya. Recommended banget hihi. 

7. Pewarna Bibir
Kalo buat ngewarnain bibir, gua pake pewarna makanan #jayussekali #galucu haha. 
Gua lebih suka pake liptint dari pada pake lipstick, karena hasilnya lebih natural dan ga belobor (belepotan maksudnya haha) kelemahannya ya cepet hilang dan kelihatan kurang formal. Tapi mah gua selow aja, oke-oke aja ahaha :p 


Liptint pertama yang gua punya itu Etude House Dear My Darling #02 yang warna Real Red. Gua suka sama warnanya, merah-merah menggoda gitu #laluditamparsatukampung haha, Liptint ini ga bikin bibir kering dan pecah-pecah karena teksturnya itu gel. Sayangnya warnanya cepet banget ilangnya, atau mungkin gara-gara gua terlalu sering ngelap mulut + terlalu aktif bergerak ya? Maksudnya terlalu aktif ngomong gitu haha :p


Liptint selanjutnya gua pake yang The Face Shop My Lips Eat Cherry #03 yang warna Bloody Red, liptint ini hadiah dari temen gua hihi. Warna liptint ini lebih gelap dari pada Etude House Dear My Darling #02 ya iyalah, orang warnanya merah darah haha. Liptint ini awettt banget dibibir karena teksturnya itu water. Tapi liptint ini bikin bibir gua jadi kering banget, butuh lipbalm buat bikin bibir gua ga kering. Setelah Liptint ini habis, gua pake lagi Etude House Dear My Darling #02 baru ganti lagi Etude House Fresh Cherry Tint RD301 warna Cherry Red.

Etude House Fresh Cherry Tint ini awet banget dan ga bikin bibir kering, tekturnya creamy-creamy gitu.  Cuma jatohnya jadi warna pink kemerah-merahan gitu, ga ada warna merahnya sama sekali. Padahal gua mengharapkan warnanya bakal merah :( Liptint ini suka gua pake juga buat pengganti blush on hihi :p

Oh iya, masing-masing liptint bisa gua pake selama kurang lebih setahun hihi.

Sekian postingan saya kali ini.
Have a Nice Day!


- Ovina Pattari P. -

Saturday, July 2, 2016

Ovina Extend?

No comments


"Kok lu masih ikut UAS sih? Kan udah semester 8?"
"Lu extend Ovina?????"
"Kapan wisuda?"
"Kok si A udah wisuda, kok lu belom?"
"Kapan Nikah?"
#loh #ngawur haha 

Saya tegaskan bahwa saya menjalani kuliah dengan baik dan tidak extend, semuanya aman sentosa
*gaya sok bijak* *lalu disamperin Niki* *krikkrik* haha #gajelas

 Gua jadi inget dulu ada orang yang bilang ke gua "bosennya kuliah itu dimulai di semester 5 ke atas"

Bagaimana tanggepan gua pas gua denger perkataan orang tersebut?

Ya ga percaya lah coy, gua percaya bahwa gua ga bakal bosen sama yang namanya kuliah, gua merasa semester 5 sama-sama aja kayak semester-semester awal, seru!

Dan akhirnya ketika gua sampe di semester 5 ...

"Hayati sudah lelah bang"
"Hayati mau nikah aja"
"Ayah, Ibu tolong carikan hayati pasangan hidup, hayati sudah lelah ingin menikah saja!"
*lalu dipukuli massa* HAHAHA

Waktu itu belom punya pasangan,
masih jomblo makanya bisa kepikiran begitu. Untung waktu itu belom punya pasangan kalo ga udah nikah beneran kali #ciaaa HAHA

Jadi inilah dilema anak semester 5 yang digolongkan sebagai mahasiswa semester menengah menuju semester atas.

CAPE BANGET COY YANG NAMANYA KULIAH,
HAYATI LELAH TIAP HARI BOLAK BALIK TANGERANG-ANCOL, ANCOL-TANGERANG
*seketika petir menyambar*
*jeleger!*
#apasih haha

Walaupun badai kemalasan dan kebosanan menerpa kehidupan perkuliahan gua, tapi gua tetep memiliki tekad dan semangat untuk menyelesaikan kuliah dan ga mau nyerah di tengah jalan.

Untuk apa?
Semua untuk Mama dan Papa tercinta, yang sudah berjuang selama ini untuk menyekolahkan saya. 
Saya ingin membuat orang tua saya bangga. Saya ingin melihat senyum kedua orang tua saya ketika anaknya di wisuda dan resmi mendapatkan gelar S1, Sarjana Humaniora (S.Hum). 
#SuasanaMendadakSyadhu #DiSambutTepukTanganMeriah #DilemparinMawar #DilemparinTomat #DilemparinKursi #halahhalah #makingajelas haha

 Tekat itulah yang membuat saya bisa bertahan hingga semester 8 dan berusaha lulus dengan menulis skripsi.

Tanggal 19 Juli 2016 nanti gua bakal sidang skripsi, doakan lancar ya teman-teman, biar gua lulus S1. AMIIIIIIIIINNNNNNNN :3 hihi

Tapi Kok Ga 3,5 Tahun?
Ya beginilah nasib mahasiswi Bahasa dan Budaya Tionghoa Universitas Bunda Mulia ((yang cetar) *lalu kesamber petar (saudaranya petir)* #jayus haha) yang ga bisa kayak mahasiswa jurusan lain. Kami ga bisa madatin mata kuliah biar bisa skripsi di semester 7, jadinya kami ga bisa lulus 3,5 tahun.

Kami mahasiswa jurusan Karawang - Bekasi *plak* *Maaf Bosshh #alaKoSongBonekanyaHanYoora* haha
He em, Mahasiswa program studi Bahasa dan Budaya Tionghoa (mungkin juga mahasiswa prodi bahasa lainnya) memiliki kemungkinan yang kecil banget dan mostly impossible buat lulus 3,5 tahun.

But, why? Kok ga bisa?

Sebagai mahasiswa yang berkuliah bahasa, semua mata kuliah itu udah dipaketin alias udah diprogram. Misalnya mata kuliah Basic Listening 1 udah pasti buat semester 1.
Sedangkan buat mata kuliah Advance Comprehensive 4 udah pasti buat semester 8 dan ga bisa ditarik ke semester 3 atau semester lainnya.

Semua mata kuliah yang udah disusun udah disesuaikan sama level Mandarin yang udah harus kita milikin di semester tertentu. Ga mungkin dong kita narik mata kuliah semester 5 ke semester 3 atau mata kuliah semester 8 ke semester 6?
Ga mungkin kita tarik mata kuliah Advance buat semester 3 sedangkan di semester 3 kita mesti harus belajar yang Intermediate dulu.

Belum lagi, beban per mata kuliah di program studi Bahasa dan Budaya Tionghoa itu .....
Ya gitu deh, gede-gede SKSnya. Ada yang satu mata kuliah bisa 8 SKS.

Dengan alasan itulah, gua ga bisa padatin SKS di semester awal gua menjadi 24 sks, jadi ga bisa skripsi di semester 7, sedangkan syarat buat ngambil mata kuliah skripsi adalah akan menyelesaikan 140 mata kuliah dengan grade minimal C untuk masing-masing mata kuliah.

Di semester 8 alias semester terakhir, gua masih harus kuliah Advance Comprehensive 4 (4 SKS), Chinese-Indonesian Translation (2 SKS) dan Chinese Language for Business (2 SKS)

Sebenernya Chinese Language for Business itu bukan mata kuliah kurikulum angkatan gua, tapi buat mata kuliah angkatan 2013. Nah, justru karena ga pernah kuliah Chinese Language for Business dan gua bisa ambil mata kuliah itu di semester 8, makanya gua masuk kelas itu #kerajinan *lalu tertawa getir*.

Awal-awal sih merasa seru ya, bisa nambah pengetahuan yang temen-temen se-angkatan gua ga bisa dapetin, cuma berasa sedihnya itu pas UAS, temen-temen gua yang lain cuma belajar buat 2 mata kuliah dan selesai, sedangkan gua harus belajar 3 mata kuliah baru bisa liburan (baca : ngerjain skripsi)
 *lalu tertawa semakin getir diiringi suara petir* #halahhalah haha 

Setelah sidang skripsi dan gua dinyatakan lulus sidang skripsi, itu artinya gua udah lulus kuliah coy, saya sudah menyandang gelar S.Hum alias Sarjana Humaniora. 

Kok Sarjana Humaniora sih?
Gua ga cuma belajar Sastra doang, tapi belajar Bahasa dan Budaya, dimana Sastra adalah bagian kecil dari Budaya. Dengan kata lain Sarjana Humaniora mendapatkan cakupan ilmu yang lebih luas dibandingkan Sarjana Sastra.

Bachelor's degree programs in humanities offer cross-disciplinary and cross-cultural educational opportunities. Humanities majors build a specialized curriculum around one or more areas of interest, which may include art, language, philosophy, theology, history, or other disciplines.
Jadi, Kapan Wisuda?
Berdasarkan angkatan tahun kemaren yang diwisuda sih, mereka wisuda di bulan Januari, jadi kemungkinan gua bakal diwisuda di bulan Januari 2017, tapi belom tau juga sih, bisa jadi dipercepat atau bisa lebih lambat. Yang penting persiapan buat sidang skripsi dulu aja hihi.

Jadi, Intinya Ovina Beneran Extend Ga?
Engga, Ovina ga extend.
Ovina akan lulus setelah sidang skripsi di bulan Juli 2016 dan akan wisuda (kira-kira) pada Januari 2017.

Kebijakan setiap kampus itu berbeda-beda, di kampus lain ada yang udah sidang di bulan Mei atau Juni, diwisuda bulan November 2016,
Mungkin karena itu gua disangka extend kali ya? :( haha 

Doakan saya ya biar sidang skripsinya lancar tanpa halangan.  Biar lulus!
AMIIIIIIIIIIIINNNN :3 

Have a nice day!
God bless you!

- Ovina Pattari P.-